Tuesday, November 24, 2009

Acara TV Ancur2an Karena Budaya Doyan Tontonan

Apa-apa jadi tontonan di TV, musibah, rekaman koruptor, maling jd tontonan, orang berantem jadi tontonan, dsb.

solusi menghapus budaya tontonan:
Lebih baik kita kompak jarang2 nonton TV biar TV tau rasa iklannya gak laku. Ayo kita fikirkan n ambil tindakan, Klu jutaan org menjadi tidak doyan nonton tv, maka produser TV bisa jd pengemis pd pmirsa "mau acara yang bagus bagaimana?".

Bukan spt sekarang, Pembuat acara TV malah jd pinter keblinger bikin acara seenaknya yg penting bnyk pemirsa yg doyan nonton apa aja.

selama budaya nonton masih merajalela, maka TV akan memperbudak pemirsa seenaknya.

jauhi budaya nonton, ganti dengan budaya baca dan karya.

Thursday, November 19, 2009

Puisi Membantah Kenyataan

mereka memang membantah kenyataan
mereka memang membantah kebenaran

tetapi............................................., kuyakin dan selalu mempunyai harapan

hati kecil mereka menerima kenyataan
hati kecil mereka menerima kebenaran

Wednesday, November 18, 2009

2012, Guncang, Dakwah, Qurban

Baru lihat trailer filmnya saja, Qiyamat kecil Betapa seramnya, maka segala masalah manusia jadi tiada artinya.

Dakwah itu lama dan berat, maka Perlu Bekal (Iman dan Ilmu, harta dan ukhuwah)
Perlu berjamaah (tak bisa sendiri-sendiri).

Lama; seberapa lama (melihat sejarah dan hadits tahapan dakwah dan hadits qiyamat)
Berat, sebagai khalifah (cobaan berat, kegoncangan jiwa),

agar tidak terlalu guncang menghadapi cobaan, maka mukmin perlu berlatih, berlatihnya dg ibadah Qurban.

sehingga bila harta tiba-tiba Allah minta, maka orang yang terbiasa berqurban tidak akan menunjukkan protes.

catngaji, rabu 18/11 22:02

Sunday, November 15, 2009

Apaan tuh? Dikit-Dikit Demokrasi

Aneh banget Menyaksikan Politikus Muslim Sedikit2 Ngomong "demokratis" "demokratis" "demokratis". Padahal Demokratis adalah umpan utama "Firaun" Dun-ya (baca amrik n eropa.) Sang Firaun akan mendukung negara yang sibuk berjuang pada demokrasi. Bila ada negara Kerajaan dibujuk2 agar berubah menjadi Demokrasi (Demos=Rakyat Kratos =Kekuasaan alias kekuasaan mutlak milik suara terbanyak)

Kekuasaan Suara Terbanyak dan kekuasaan Raja sama sama nggak nyambung dengan kekuasaan Islam , Tetapi kenapa Politisi Muslim Ngotot memperjuangkan demokrasi, katanya ingin "mewarnai" ehhh.... mereka malah "diwarnai" (baca mewarnai panggung politik di gedung wakikl rakyat)


Bersambung

Friday, November 13, 2009

Puisi Orang Miskin Dilarang Kawin?

Puisi Orang Miskin Dilarang Kawin?
Karya Mr Anas Ayahara

Tatkala datang Kartu Undangan Wewah
Tebal, Tercetak Dua Nama BerWarna Emas begitu Indah
Bertebaran Gelar Akademis, sampai Gelar Haji dan Hajjah
Ayat, Puisi, Syair Lagu Cinta ikut menghiasi bagaikan tak mau Kalah

KIta Baca Undangan Itu yang Cuma Mampir Seminggu Sajalah,
Setelah itu, Nasibnya Bagaikan Koran Bekas yang Terbuang Ke Tempat Sampah

Lanjutannya klik
http://ayahara.cybermq.com/post/detail/7750/puisi-orang-miskin-dilarang-kawin

::::::::::::::::::::::::::::::
Mister Anas Ayahara Pemilik website/blog
RumahCahaya DepokDua
JakaTaaruf (Adaptasi Kisah Nyata Taaruf)
Jaringan Sosial NikahNet
CyberMQ
::::::::::::::::::::::::::::::||||||||||||||||||||||||||||

Tuesday, November 3, 2009

Keteraturan Jalan Kesuksesan, Motivasi DR. Aidh Al Qarni (5)

Meletakkan sesuatu pada tempatnya adalah syarat bagi mereka yang ingin cepat sukses. tidak teratur adalah sifat yang tercela.

Orang sukses selalu menjaga barang barangnya, tidak menghamburkannya, dan tidak merusaknya

Kesimpulan:

Ciri orang yang sukses dan bahagia :
klik disini

Monday, November 2, 2009

Pusatkan Perhatian: Motivasi DR. Aidh Al Qarni (4)

Lanjutan dari sini, Pusatkan Perhatian pada Satu Pekerjaan utama, tekuni dan cintai, agar engaku menjadi orang yang terus maju.

Mulailah dari yang paling penting, jangan memecah mecah perhatian pada banyak pekerjaan karena akan membuatmu bingung dan lemah (hal 4)

MrAyahara:

Ini yang paling susah, apalagi bagi anak muda yang masing kesana kemari ingin memcoba berbagai macam pekerjaan.

Mungkin solusinya, kerjakan satu pekerjaan sampai maksimal, lalu baru mencoba pekerjaan baru yang lainnya