Tuesday, March 25, 2008

Jodoh Utk Aktivis Masjid

GENERASI MUDA YANG AKTIF MEMAKMURKAN MASJID (revisi)

Oleh mr.anas ayahara

Tulisan ini pertama kali dimuat di milis Daarut tauhiid dan dudung.net

Bila Masjid-Masjid ramai dipenuhi orang-orang tua, adalah sesuatu yang sangat biasa. Penyebabnya antara lain:

· Para Orang tua tersebut rata rata sudah pensiunan,

· Banyak Memiliki waktu luang di rumah

· Para Orang Tua lebih banyak waktu bertemu teman se-usianya bila sholat di Masjid.

Sudah sewajarnya para orang-tua lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, sehingga bisa memberi contoh tauladan yang baik di hadapan anak-anak muda.

Namun, Lebih baik lagi, kalau masjid dipenuhi juga oleh remaja, mahasiswa & generasi muda yang penuh semangat membangun Aqidah yang kuat, penuh energi memakmurkan masjid, dengan Kegiatan yang bermanfaat untuk dunia jembatan kebahagiaan di akhirat.

Bila kita adalah anak muda yang tidak bisa ceramah, jangan khawatir, Dakwah tanpa ceramah yang paling minimal ialah:

Generasi muda yang rajin pergi sholat berjamaah

Tanpa ceramah atau mengajak siapapun. Setiap langkahnya menuju masjid dicatat malaikat, Setiap ada orang yang melihatnya pergi ke masjid, Kemudian orang itu jadi tergerak hatinya pergi ke masjid walaupun tanpa diajak anak muda tsb, maka anak muda itu sudah mendapat pahala dakwah tambahan tanpa ceramah.

Sehingga masjid menjadi makin makmur, penuh cahaya dan berkah.

Berkat Banyaknya anak muda yang menghadiri masjid, bila banyak anak muda yang masih segar, ganteng dan cantik, maka lama kelamaan citra masjid yang Cuma dipenuhi bapak-bapak tua dan bahkan kakek-kakek, citranya akan hilang secara bertahap. Dan Berganti dengan citra, masjid yang makmur di penuhi anak muda yang penuh semangat dan Orang tua / Kakek yang penuh nasehat.

Dakwah tanpa ceramah berikutnya yang bisa kita pilih ialah:

Menghadiri Majelis Taklim,

Majelis Taklim ialah tempat berkumpulnya orang orang yang sedang menuntut ilmu, Bukan hanya pengajian Ibu-ibu saja yang disebut majelis taklim

Bila Majelis Ilmu, (Majelis Taklim Tentang Aqidah ) dihadiri oleh banyak anak muda, maka insya Allah SWT 10-20 tahun ke depan, masa depan akan lebih baik. Karena bila makin banyak anak muda yang bertaqwa, makin mantap Iman / Aqidahnya, Jauh dari Perdukunan/ syirik, maka anak muda tersebut akan membawa berkah, sehingga Allah SWT SWT akan menurunkan rahmatNYA dari langit dan Bumi. Dan akan mencegah terjadinya Bencana.

Bila makin banyak anak muda yang rajin menuntut ilmu di majelis taklim, maka secara tidak langsung akan mendorong para orang-tua yang belum mau hadir. Bila ada orangtua yang hadir karena terpengaruh melihat anak muda yang rajin maka anak muda tersebut sudah berdakwah tanpa perlu menceramahi orang tua. Dan Mendapat tambahan pahala dakwah. Insya Allah SWT.

Membersihkan masjid,

Tanpa perlu ceramah, Dengan membersihkan masjid maka akan mendapat lebih banyak pahala. Jamaah lain menjadi betah ke masjid, Makin banyak orang yang ke masjid karena perasaan nyaman dan bersih maka makin banyak pahala yang diterima orang yang membersihkan masjid.

Bayangkan jika sholat jumat, ada ratusan orang yang merasakan kebersihan Masjid maka para pembersih masjid akan mendapat ratusan pahala tambahan tanpa perlu ceramah.

Menjadi panitia majelis taklim, membantu ustadz/penceramah,

Karena belum bisa berceramah sebaiknya anak mua menjadi panitia MT (Majelis Taklim) dan menjadi asisten penceramah terlebih dahulu. Sambil terus menambah ilmu dengan bergaul dengan orang sholeh dan para ustadz. Pahala dakwah akan mengalir sebanyak jamaah yang hadir tanpa harus ceramah.

menjadi Guru TPA,

Dengan menjadi guru TPA berarti sudah berlatih berceramah, dengan mengajar di depan anak-anak Taman Pendidikan ALQuran (TPA). Pahala menjadi guru TPA sangat besar dan akan terus mengalir menjadi pahala amal Jariah. Bila Ikhlash mengajar karena Allah SWT SWT. Kemudian ada sekian persen murid TPA yang berhasil mengajarkan Ilmu yang bermanfaat kepada anak cucunya, Maka Pahalanya terus mengalir menjadi Modal Investasi Menuju Surga. Tanpa harus ceramah di depan mimbar.

TPA yang terbaik bila dijalankan oleh anak muda yang berpendidikan tinggi. Misalnya Guru TPA yang sarjana atau Sarjana Muda Universitas Ternama yang mampu mengajarkan membaca AlQuran metode Iqro, juga mampu mengajarkan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab.

Kenyataan di lapangan masih banyak guru TPA yang hanya lulusan SMU dengan wawasan yang kurang luas dan mengajar hanya untuk mengisi waktu luang. Ditambah lagi honor mengajar yang masih dibawah standard. Sehingga kurang mampu untuk membeli buku-buku dan majalah Islam.

Padahal para Guru TPA idealnya memiliki wawasan luas, mempunyai dasar ketrampilan bahasa Arab dan bahasa Inggris, serta Kreatif dan Inovatif dalam mengajar. Sehingga murid-murid TPA tidak mengalami kejenuhan dalam belajar

Penulis yakin bila makin banyak guru TPA yang bergelar sarjana, makin berkualitaslah TPA di Masjid-Masjid.

Menerbitkan Majalah Dinding,

Anak Muda biasanya Lebih Kreatif, Penuh Ide Baru dan Segar, Dengan membuat majalah dinding yang secara teratur, rapi dan Indah akan meningkatkan minat IQRO / Baca anggota jamaah Masjid.

Jamaah tetap dan Jamaah Musafir yang sedang singgah di masjid akan bertambah Ilmunya, Informasi Makin Tersebar Luas. Dakwah Menjadi makin Luas , makin Gencar, dan jamaah jadi semakin berwawasan dan tidak Kuper.

Isi mading bisa disesuaikan dengan berita dan peristiwa kegiatan masjid dengan membuat kolom-kolom atau rubrik-rubrik khusus. Misalnya Rubrik:

  • Rubrik Salam dari Redaksi
  • Rubrik Kegiatan Remaja Masjid
  • Rubrik Kegiatan Taklim Bapak/Ibu
  • Rubrik Berita Indonesia Islami
  • Rubrik Dunia Islam
  • Rubrik Cerita Islami
  • Rubrik Ta’aruf pranikah
  • Rubrik Keluarga Sakinah
  • Rubrik Kesehatan
  • Rubrik Wirausaha / Bisnis Islami
  • Rubrik Mutiara AlQuran dan Hadits
  • Rubrik Seni/ Kaligrafi
  • Rubrik Anak Sholeh/sholeha
  • Rubrik Tips dan Kiat-kiat Praktis

Rubrik di atas lebih baik ditulis sendiri sehingga lebih segar bernilai Lokal atau kalau belum mampu bisa diambil dari majalah, Internet seluruh dunia, dan bahkan suatu saat akan lebih banyak ditulis sendiri oleh generasi muda bila Madingnya makin berkembang. Bila ada 100 orang yang membaca Mading tersebut setiap jumat. Berarti anak muda yg memasang Mading tersebut sudah berdakwah tanpa ceramah pada 400 orang setiap bulannya.

Menjadi panitia peringatan hari besar Islam

Dakwah tanpa harus berceramah yang cocok juga untuk anak muda ialah turut ambil bagian dalam penyelenggaraan/ panitia peringatan Hari besar Islam. Dengan menjadi panitia, menjadi lebih ingat makna hari-hari besar Islam dan akan mendapat pahala sebanyak jamaah yang hadir, panitia mendapat pahala dakwah tanpa harus pandai berceramah. Biarlah Ustadz yang sudah mantap Ilmu dan amalnya yang berceramah.

tinggal pilih

No comments: