Sunday, March 15, 2009

Taaruf-Taaruf (Bag 1)

Mencari istri untuk dijadikan Bidadari, sudah 27 Nama Gadis di tabel Excel Komputer Butut si Dudung. 27 Lembar Biodata Dudung sudah dibaca Akhwat, ada akhwat yang menolak pada tahap Biodata, Ada yang menolak tanpa alasan, tapi sebaliknya, ada juga yang Dudung tolak setelah bertemu dan bertaaruf di depan Guru Ngajinya.

Dudung mengenal Beberapa akhwat calon bidadarinya dari Dunya Maya Multiply, FS dan Terakhir FB, sebagian lagi dari sang Murabbi, Guru ngaji, serta teman-teman yang menawarkan Biodata. Namun semuanya Gagal, kesuksesan yang tertunda. berikut ini salah satu kisah dari 27 Biodata Akhwat yang didatangi Dudung saat pertemuan pertama di Rumah Sang Akhwat yang baru dikenal Dudung dari selembar Biodata kiriman teman akrabnya.

Karena sebelumnya berkali-kali gagal berkenalan di FS dan Multiply, lalu kopi darat dengan Akhwat. karena sang akhwat itu diganjal Ortu Harus Menamatkan Kuliahnya, sedangkan Dudung tak mau menunggu, karena godaan wanita sudah menggebu.

Ada Juga Akhwat berkenalan di Multiply, yang sedang terikat ikatan Dinas, dengan bantuan teman perantara, taaruf batal lanjut, sehingga juga harus menunda sekian tahun.

Dudung berfikir "Kalau masih terlalu lama menunda, buat apa gue taaruf pra-nikah, yang sangat rawan disusupi benih cinta sebelum waktunya. Dan menutup bisa pintu akhwat lain yang mungkin lebih baik mutunya"

Berikut ini persiapan taaruf dudung ketika akan bertemu calon yang ke-27, mengadu bermusyawarah dengan abangnya Bang Kampleng,

"Bang, Besok gue mau taaruf nih" kata dudung

"oh ya, terus?" kata kampleng

"gini Bang, pegimane pendapat abang, kalau Saat taaruf gue mau bilang jumlah Penghasilan atau Gaji, gue khawatir ntar itu Akhwat menyangka Gue menuduh dia cewek "matre", lagi pula bapaknya dan guru ngajinya ada di situ, soal Gaji kan rahasia ya bang?" Kata Dudung

"ah biasa aja Dung, bisa jadi si akhwat juga akan malu bila menanyakan Soal gaji, karena dia takut disangka cewek matre" kata Kampleng

"terus gimane dong?" kata Dudung dengan kening berkerut, wajah bingung

bersambung...

No comments: